Sheru = Lion

Sewaktu nonton TV, segmen berita pas itu ngeliput film yang judulnya “LION”. Liat dari judulnya, nggak tentu sih ini film tentang apa. Yang aku inget, aku tertarik nonton sinopsis itu karena ada Dev Patel, aktor keturunan India yang terakhir liat cuman pas di Chappie. Ceritanya drama, soal anak india yang diadopsi sama keluarga dari Australia kemudian pas udah gede, dia nyoba nyari rumahnya yang asli.

Premisnya nggak meyakinkan buat seleraku, tapi aku malah tertarik buat nonton itu.

Akhirnya setelah beberapa lama ada di koleksi filmku (satu-satunya film drama yang ada disitu, ya, Chef bagiku genrenya food porn), aku nyelesaiin nonton. Dan dampak yang aku rasain cukup…menyakitkan.

Saroo, anak dari keluarga kecil di India, bersama ibunya, kakakknya Guddu, dan adeknya Shekila berusaha untuk bertahan hidup. Suatu hari saat ikut kakaknya kerja malam, Saroo kecil ketiduran dan akhirnya direbahin di kursi tunggu peron stasiun sementara kakaknya lanjut kerja. Kebangun tengah malem, Saroo masuk ke dalam gerbong kereta kosong untuk nyari kakaknya, cuman buat kebawa selama 1600 KM ke Kalkuta. Beberapa bulan kemudian, badan sosial Kalkuta akhirnya menyerahkan Saroo ke keluarga adopsinya yang ada di Australia. Setelah besar, Saroo yang homesick bersusah payah mencari keluarganya yang asli di India dengan bantuan ingatannya saat kecil dan Google Earth.

Aku nggak mau ngomongin teknisnya. Jadi aku mau ngomongin soal film ini aja dari sisi lain. Ini kisah nyata, diangkat dari buku “A Long Way Home” karya protagonis film ini, dan juga seorang businessman India-Australia, Saroo Brierley. Intinya setelah 25 tahun nyasar, akhirnya Saroo Brierley menemukan ibunya dan adik perempuannya di desa yang sama tempat dia dilahirkan di Ganesh Talai. Dan ceritanya nggak semulus gitu aja. Dia harus tersesat dan menderita selama 2 bulan di kota yang benar-benar asing buat dia tanpa pengetahuan apapun karena dia masih kecil. Sampai akhirnya, Sue dan John Brierley dari Australia memutuskan untuk mengadopsinya.

ngeliat film ini, perjuangan Saroo buat bisa ketemu ibunya lagi, jujur aku nggak kuat. Kasihan. Dia kejebak di kereta yang nggak berhenti selama beberapa hari. Nyasar di kota orang, cuman buat dibawa ke negara jauh.

Sebenernya, aku ngerasa bersyukur. nggak pernah nyasar ke kota orang yang jauh, nggak pernah kehilangan orang tua, dibesarin di lingkungan yang layak, dan sebagainya. Saroo buat jadi kayak sekarang dia harus ngambil batu bara buat dijual sama dituker jadi 2 kantong susu. harus panik dan putus asa. kena mental breakdown terus bermasalah sama pasangannya, sampai dia damai dengan pikirannya dan pergi ke India.

ada 80.000 anak kecil yang nyasar di India selama setahun, mereka kadang ditangkep sindikat dan dipekerjain jadi pengemis. kayak yang kita lihat di film Slumdog Millionaire, film Patel yang pertama.

Aku kangen ibuku, tapi setidaknya aku bisa selalu sama beliau sampe beliau udah ninggalin aku. aku nggak perlu nunggu 25 tahun buat ketemu lagi sama beliau dari perjalananku yang jauh.

Film ini, lebih keras dari Slumdog Millionaire, lebih kerasa susah dan menderitanya kangen sama orang tua.

Film drama yang bagus.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s